UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2018
Penulis : Admin      Kategori : Kegiatan Sekolah      Post : 10 Nov 2018          

SEPERTI APA SEJARAH PERTEMPURAN 10 NOVEMBER 1945?


Mayor Jenderal Robert Mansergh (tentara Inggris) menggantikan kedudukan Brigadir Jenderal Mallaby yang telah meninggal karena peristiwa baku tembak di Surabaya pada 30 Oktober 1945. Mayor Jenderal Robert Mansergh memberi ultimatum kepada pejuang dan pimpinan rakyat Indonesia agar menyerahkan senjata lewat waktu yang telah ditentukan, yaitu pukul 06.00 pagi, tanggal 10 November 1945.


Namun, TKR ( Tentara keamanan Rakyat) Indonesia menolak dengan tegas ultimatum diajukan oleh Mayor Jenderal Robert Mansergh, karena ultimatum tersebut dianggap sebagai penghinaan dan pelecehan terhadap Republik Indonesia. Jadi, setelah batas ultimatum yang ditentukan telah berakhir, tentara Inggris meluncurkan berbagai serangan melalui darat, laut, dan udara. Sehingga, menyebabkan gedung-gedung pemerintahan di Surabaya hancur akibat bom. Tentara Inggris juga melakukan penghancuran terhadap 30 ribu infanteri, pesawat, kapal perang, juga tank. 


Dengan serangan besar-besaran tersebut, tentara Inggris mengira bahwa Surabaya akan takluk dalam waktu tiga hari. Namun, di bawah pimpinan Bung Tomo, Indonesia tidak gentar melawan tentara Inggris. Semangat juang anak muda Indonesia menjadi makin tinggi karena pengaruh Bung Tomo. Bukan hanya anak muda, tapi juga berbagai kalangan masyarakat, hingga kiyai turut turun tangan menghadapi tentara Inggris. Pertempuran pun redam dalam waktu tiga minggu, meskipun harus mengorbankan 6 ribu sampai 16 ribu pejuang, juga rakyat sipil yang mengungsi dari Surabaya sekitar 200 ribu orang. Itulah juga yang menyebabkan Surabaya disebut sebagai kota pahlawan!

Karena begitu besar jasa para pahlawan untuk Indonesia, tentu tidak ada salahnya jika kita selalu mengenang jasa-jasa mereka. Selamat hari Pahlawan untuk bangsa kita, Indonesia. 

 Kategori Artikel